Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Irilah Kepada Orang Lain

Home / Opini / Irilah Kepada Orang Lain
Irilah Kepada Orang Lain Noor Shodiq Askandar, Wakil Rektor 2 Unisma. (Grafis: TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, MALANG – Judul tulisan ini sepertinya kontroversial, karena memperbolehkan munculnya sifat iri. Tapi jangan berburuk sangka dulu, karena ini tidak baik. Iri yang penulis maksud, adalah iri yang memang diperbolehkan oleh Islam.

Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Buchori “Tidak ada iri kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi harta oleh Allah swt lalu dia belanjakan pada jalan yang benar dan seorang yang diberi Allah swt ilmu dan kebijakan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya”.

Dari hadits ini kita bisa ambil beberapa pelajaran. Pertama, untuk yang berkaitan dengan kebaikan seperti sedekah, iri dapat menimbulkan aura yang positif, yaitu keinginan untuk berlomba lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot).

Ketika melihat saudaranya, tetangganya, atau kawannya berbuat baik, muncul keinginan untuk berbuat yang lebih baik.

Dengan demikian, dari asalnya berupa kecemburuan,  menjadi tekad yang kuat untuk memberikan sebagian apa yang dimiliki kepada yang membutuhkan.

Apalagi berbagi juga menjadi bagian yang diperintahkan oleh Allah SWT atas harta yang diamanatkan kepada ummat manusia. 

Disamping itu, berbagi atau bersedekah juga menjadi bagi yang sering diajarkan dan bahkan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Rasulullah saw adalah orang yang sering berbagi dan tidak pernah menolak orang yang meminta tolong.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com