Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Pelatihan Bela Negara

Globalisasi Berdampak bagi Nasionalisme Bangsa

Home / Peristiwa - Nasional / Globalisasi Berdampak bagi Nasionalisme Bangsa
Globalisasi Berdampak bagi Nasionalisme Bangsa Letkol CPM Asep Suryana S.H., M.H memberikan materi tentang globalisasi, pengaruh dan ancaman kepada peserta Penguatan SDM Komduk Hanneg Bagi Santri di Ponpes Al Hikmah Bululawang, Malang Jawa Timur, Rabu (29/3/2017). (Foto: Senda/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Era globalisasi berdampak positif dan negatif bagi nasionalisme bangsa Indonesia. Generasi muda sebagai komponen bangsa dituntut menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam materi pelatihan bela negara yang berlangsung di Ponpes Al Hikmah Lil Muttakin, Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (29/3/2017).

Letkol CPM Asep Suryana SH MH, dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjelaskan, bahwa dampak positif dari globalisasi terhadap nasionalisme yaitu pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. 

Santri-di-Ponpes-Al-HikmahNc8Ad.jpg

Namun, salah satu dampak negatifnya adalah terkikisnya rasa nasionalisme bangsa dengan liberalisme.

"Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menghadapi kondisi kesatuan lebih menonjol ketimbang persatuan," ujar Letkol Asep yang menjabat Analis Muda SDM Direktorat Komponen Pendukung Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan.

Disampaikannya, gobalisasi ditunjukkan dengan revolusi 3T, yaitu teknologi, telekomunikasi dan transportasi. 

Kemajuan teknologi yang pesat perlu diantisipasi dengan sikap mawas diri. Dia pun mengingatkan kepada generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Santri-di-Ponpes-Al-Hikmah-bululawangQqLj.jpg

Di akhir paparannya, pria yang tengah menempuh program Doktor (S-3) Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya ini mengajak peserta untuk berbuat terbaik, berani, tulus, dan ikhlas.

Materi bertema Globalisasi, Tantangan dan Aancaman disampaikannya di hadapan puluhan peserta yang merupakan santri Ponpes Al Hikmah Lil Muttakin. 

Mereka yang berstatus pelajar SMA ini mengikuti kegiatan bela negara  bertajuk Penguatan SDM Konponen Pendukung Pertahanan Negara bagi Santri. Kegiatan yang diselenggarakan Kemenhan berlangsung dua hari hingga besok. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com